Senin, 02 April 2012

Remaja dan Permasalahannya

REMAJA
&
PERMASALAHANNYA

REMAJA ??????
        Seringkali kita mendengar kata-kata bahwa remaja itu adalah masa yang terkenang sepanjang masa , berbagai pengalaman dalam masa remaja seolah tak pernah terlupakan sepanjang hidup . Hal itu tak lain karena masa remaja merupakan masa peralihan antara masa kanak-kanak ke masa dewasa , remaja dapat diibaratkan bagai “sebuah pisau yang ada dalam genggaman”  bila kita salah membawanya ia setiap saat akan bisa melukai kita .
  Remaja , seseoarang dikatakan remaja ketika memasuki usia 13 atau 14 tahun. Pada masa remaja terjadi perubahan  baik fisik maupun psikis . Remaja adalah sosok manusia yang belum matang. Hal ini dikarenakan remaja berada pada fase perkembangan antara anak-anak dan dewasa. Karena keberadaannya itulah maka remaja dikatakan sebagai tahapan usia yang belum matang. Remaja juga disebut sebagai usia pencarian identitas atau jati diri. Dalam proses pencarian jati diri (siapakah aku ???), remaja selalu ingin mencoba ( bereksperimen) apa yang cocok pada dirinya. Di samping itu, remaja juga mencari bentuk dirinya kelak di kemudian hari.Pada masa ini jiwa mereka masih labil dan mereka tidak memiliki pegangan yang pasti. Mereka berbuat sesuai dengan pikiran dan nalar, perbuatan itu mereka lakukan dalam mencari jati diri mereka sebenarnya.


PERMASALAHAN  PADA REMAJA ????
          Permasalahan pada remaja awalnya ditimbulkan oleh “krisis identitas” yang terjadi pada diri remaja itu sendiri , remaja mencari jati diri dengan berbagai cara adalah cara mereka , namun terkadang mereka malah terjerumus ke halnegative karena banyak mitos yang beredar/ berkembang di kalangan remaja itu sendiri yang tidak benar . Dari krisis identitas itulah timbul berbagai permasalahan pada diri remaja itu , baik masalh dengan orang lain maupun dirinya yang bermasalah. Remaja cenderung mencari seorang vigur untuk dijadikan teladan , remaja akan membayangkan apa yang akan dilakukan oleh para “idola”nya untuk menyelesaikan masalah seperti itu.  Pemilihan idola ini juga akan menjadi sangat penting bagi remaja.
          Para remaja juga sering menganggap diri mereka serba mampu, sehingga seringkali mereka terlihat “tidak memikirkan akibat” dari perbuatan mereka.  Tindakan impulsif sering dilakukan sebagian karena mereka tidak sadar dan belum biasa memperhitungkan akibat jangka pendek atau jangka panjang.  Remaja yang diberi kesempatan untuk mempertangung-jawabkan perbuatan mereka, akan tumbuh menjadi orang dewasa yang lebih berhati-hati, lebih percaya-diri, dan mampu bertanggung-jawab.  
          Dukungan dan seorang motivator sangat diperlukan agar remaja tidak terlanjur jatuh ke hal yang negative , selain dukungan teman dukungan dari orang tua sangat di perlukan, terkadang orang tua menganggap anak remaja masih seorang anak-anak hal tersebut malah membuat seorang remaja jauh dari orang tuanya.
Berikut adalah beberapa saran untuk para orang tua :
1.       Anggaplah seorang anak remaja adalah seorang teman , dengan diperlakukan sebagai teman otomatis anak remaja tersebut akan terbuka berbicara mengenai berbagai hal mengenai dirinya sebaliknya jika orang tua terlalu menganggap bahwa anak remajanya masih kecil maka anak tersebut akan canggung untuk mengungkapkannya kepada orang tua.
2.     Bila terjadi perselisihan/ perbedaan pendapat ajaklah anak remaja tersebut berdiskusi , berbicara secara baik-baik beri ia pengertian karena anak remaja semakin dikekang ia malah akan semakin melawan.
3.     Remaja memiliki mood yang cepat berubah , pahamilah hal tersebut dan pastikan orang tua sesalu dapat mendengarkan curahan hati anak remajanya.

Semoga bermanfaat :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar