REMAJA
&
PERMASALAHANNYA
REMAJA ??????
Seringkali kita
mendengar kata-kata bahwa remaja itu adalah masa yang terkenang sepanjang masa
, berbagai pengalaman dalam masa remaja seolah tak pernah terlupakan sepanjang
hidup . Hal itu tak lain karena masa remaja merupakan masa peralihan antara
masa kanak-kanak ke masa dewasa , remaja dapat diibaratkan bagai “sebuah pisau
yang ada dalam genggaman” bila kita
salah membawanya ia setiap saat akan bisa melukai kita .
Remaja , seseoarang dikatakan remaja ketika memasuki
usia 13 atau 14 tahun. Pada masa remaja terjadi perubahan baik fisik maupun psikis . Remaja adalah
sosok manusia yang belum matang. Hal ini dikarenakan remaja berada pada fase
perkembangan antara anak-anak dan dewasa. Karena keberadaannya itulah maka
remaja dikatakan sebagai tahapan usia yang belum matang. Remaja juga disebut
sebagai usia pencarian identitas atau jati diri. Dalam proses pencarian jati
diri (siapakah aku ???), remaja selalu ingin mencoba ( bereksperimen) apa yang
cocok pada dirinya. Di samping itu, remaja juga mencari bentuk dirinya kelak di
kemudian hari.Pada masa ini jiwa mereka masih labil dan mereka
tidak memiliki pegangan yang pasti. Mereka berbuat sesuai dengan pikiran dan
nalar, perbuatan itu mereka lakukan dalam mencari jati diri mereka sebenarnya.
PERMASALAHAN PADA
REMAJA ????
Permasalahan pada
remaja awalnya ditimbulkan oleh “krisis identitas” yang terjadi pada diri
remaja itu sendiri , remaja mencari jati diri dengan berbagai cara adalah cara
mereka , namun terkadang mereka malah terjerumus ke halnegative karena banyak
mitos yang beredar/ berkembang di kalangan remaja itu sendiri yang tidak benar
. Dari krisis identitas itulah timbul berbagai permasalahan pada diri remaja
itu , baik masalh dengan orang lain maupun dirinya yang bermasalah. Remaja
cenderung mencari seorang vigur untuk dijadikan teladan , remaja akan
membayangkan apa yang akan dilakukan oleh para “idola”nya untuk menyelesaikan
masalah seperti itu. Pemilihan idola ini juga akan menjadi sangat penting
bagi remaja.
Para
remaja juga sering menganggap diri mereka serba mampu, sehingga seringkali
mereka terlihat “tidak memikirkan akibat” dari perbuatan mereka. Tindakan
impulsif sering dilakukan sebagian karena mereka tidak sadar dan belum biasa
memperhitungkan akibat jangka pendek atau jangka panjang. Remaja yang
diberi kesempatan untuk mempertangung-jawabkan perbuatan mereka, akan tumbuh
menjadi orang dewasa yang lebih berhati-hati, lebih percaya-diri, dan mampu
bertanggung-jawab.
Dukungan
dan seorang motivator sangat diperlukan agar remaja tidak terlanjur jatuh ke
hal yang negative , selain dukungan teman dukungan dari orang tua sangat di
perlukan, terkadang orang tua menganggap anak remaja masih seorang anak-anak
hal tersebut malah membuat seorang remaja jauh dari orang tuanya.
Berikut adalah beberapa saran untuk para
orang tua :
1. Anggaplah seorang
anak remaja adalah seorang teman , dengan diperlakukan sebagai teman otomatis
anak remaja tersebut akan terbuka berbicara mengenai berbagai hal mengenai
dirinya sebaliknya jika orang tua terlalu menganggap bahwa anak remajanya masih
kecil maka anak tersebut akan canggung untuk mengungkapkannya kepada orang tua.
2. Bila terjadi
perselisihan/ perbedaan pendapat ajaklah anak remaja tersebut berdiskusi ,
berbicara secara baik-baik beri ia pengertian karena anak remaja semakin
dikekang ia malah akan semakin melawan.
3. Remaja memiliki mood
yang cepat berubah , pahamilah hal tersebut dan pastikan orang tua sesalu dapat
mendengarkan curahan hati anak remajanya.
Semoga bermanfaat :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar